MARI KITA LESTARIKAN BUDAYA JAWA


Campur Sari
Campur Sari Sangga Buana
Palaran Gobyog
Gending Lancaran
Gendhing Dolanan
Gendhing Ki Nartosabdho
Klenengan Among Karso
Wayang Mahabarata
Wayang Ramayana
Wayang Dewa
Punakawan
Wayang Raksasa
Wayang Simpingan
Wayang Hewan
Wayang Lain
Ki Nartosabdho
Ki Anom Suroto
Ki Manteb Sudharsono
Ki Enthus Susmono
Ki Warseno Slank
Ki Bayu Aji Pamungkas
Cerita Mahabarata
Cerita Ramayana
Sunan Kalijogo Sungkem(siswo budoyo)
Dagelan Kirun Cs
Dagelan Kartolo
Dagelan Basiyo
Penjelasan Wayang
Simpingan Wayang
Gunungan
Kelir
Kepyak
Blencong
Cempala
Maskumambang
Mijil
Sinom
Kinanthi
Asmarandana
Gambuh
Dhandhanggula
Durma
Pangkur
Megatruh
Pocung
Mari Mengenal Bentuk Dan sejarah Wayang purwa
pages1 2
wayang A (MAHABARATA)
PRABU abiyasa adalah raja Astina sebelum pemerintahan Prabu pandhudewanata dan Duryudana.Ia adalah seorang raja yang bijaksana dan arif.setelah negara astina di berikan kepada anaknya yakni pandhu dewanata kemudian abiyasa menjadi pendeta di pertapaan saptaarga.
Abiyasa berputra 3 yakni :1.Dhastharasta2.Pandhudewanata3.Yamawidura
Prabu Abiyasa adalah seorang tokoh penerus darah kuru yang hampir tumpas,karena putra putra Prabu Sentanu yang di percaya menjadi raja meni;nggal dan Dewa brata sendiri telah menjalani hidup wadat.
Abiyasa merupakan sosok yang bbijaksana,dalam mengarungi jalan hidupnya,dimana Abiyasa menjadi raja atau pendeta.karena tekun dalam olah tapa brata maka abiyasa oleh dewa di karuniai umur panjang hilngga pasca bharata yudha,dan pada waktu kelahiran Parikesit Abiyasa baru menjalani mukswa.
Abilawa sebuah nama ketika Raden Werkudara menyamar sebagai seorang penyembelih lembu dan kerbau di negara Wiratha.ia ikut padha ki Jagal Welakas.syahdan ketika itu Pandhawa kalah main dadu dengan Prabu Duryudana,sehingga negara Amarta yang di taruhkan untuk permainan,ludes dimakan aklal licik patilh harya Sangkuni hingga para pandhawa orang buangan hidup di hutan selama 12 tahun.Dan harus sembunyi di suatu negara selama satu tahun dalam pengembaraan tersebut, kalau ketahuan prajurit Astina para Pandhawa harus mengulanginya lagi.
Raden Abimanyu adalah seorang kstria plangkawati putra
Arjuna dari perkawinannya dengan dewi subadra puteri dari negeri mandura adik Kresna.Abimanyu tergolong seorang kstria yang pemberani pembela kaum yang lemah.terbukti ia gugur dalam berjuang melawan keangkaramurkaan para kurawa,dalam perang besar Bharatayudha jayabinangun.ternyata dalam perjuangan Abimanyu,putranyalah yang kelak mendapat kemuliaan naik tahta di Astina yakni Raden Parikesit,dalam kehidupan Abimanyu sebagai seorang ksatria yang gemar bertapa brata untuk memohon karunia dewata agar kehidupannya selamat sampai anak cucunya,halini terlukis dalam cerita Wahyu Cakraningrat dan lain-lainnya.
Adirata adalah seorang kusir kepercayaan Adipati Dhestharastra,semasa memegang pemerintahan negara Astina sebelum dipegang oleh prabu Duryudna.Adirata bertempat tinggal di Pethaprelaya,selain itu juga menjadi ayah angkat SURYAATMAJA yang kemudian terkenal dengan nama adipati Karna.Adirata meninggal ketika Adipati Karna gugur dalam perang BARATAYUDA.
Agnyanawati adalah putera Adipati Krentngnyana.kemudian di persunting oleh Prabu Bomanarakasura raja Trajutrisna,namun dalam perkawinannya,terganggu dengan hadirnya raden Samba yang merupakan adik ilparnya.terkena panah asmara pada sang dewi agnyanawati ,berakhir dengan pembunuhan raden Samba yang matil oleh prabu Bomanarakasura.
Dewi Amba anak Prabu Darmamuka raja negara Srawantipura,dalam hidup sang dewi dilanda dua karena cintanya terhadap putra mahota Astina Raden Dewabrata yang lebih dil klenal dengan sebutan Begawan Bhisma.rasa duka tersebut di awali dengan lakon sayembara pilih yang di menangkan oleh Dewabrata,namun tujuan putra astina tersebut dengan memboyong dewi Amba beserta adilknya aklan di jodohkan dengan adiknya.Dewabrata sendiri menjalani hidup wadat,dengan alasan apapun dewi Amba akan mengikuti raden Dewabrata,lakon tersebut berakhir dengan kematian dewi Amba yang terkena panah Dewabrata.
Dewi AMbalika dan Dewi Ambiki anak prabu Darmamuka raja negara Srawantipura,kedua putri tersebut yang menyambung sejarah raja-raja Astina.tersebutlah dalam cerita ,suami dari kedua Dewi tersebut mati dalam peperangan sebelulm sang suami berhasil memberikan keturunan kepadanya,namun oleh Dewi Durgandini kemudian kedua putri tersebut di jodohkan dengan Abiyasa yang kemudian menurunan Destharasta dan Pandhudewanata,dengan tampilnya Abiyasa maka dapat tersambunglah dinasti keturunan darah kuru.
Amongdhenta adalah patih Prabu Sridhenta raja negara Jumapala.ia membela rajanya yang berkehendak menumpas kerabat pandhawa dan kemudian tewas,ketika perang dengan pandhawa.
Anggraini permaisuri prabu palgunadi raja negara paranggelug,sang dewi dalam perkawinannya dengan sang suami terkena musibah tersebut dalam lakon palgunadi.di awali dengan palgunadi yang ingin pandai memanah dengan berguru pada begwan Durna.namun sang Durna telah punya siswa yakni Arjuna,dalam belajar memanah tersebut kladang-kadang anggraini juga ikut sang suami,kecantikan sang dewi telah terlihat oleh sang Arjuna yang kemudian ingin menyuntingnya,dan berakhir dengan kematian prabu palgunadi yang membela sang istri,dan Anggraini sendiri mati.
Antabopa seorang demang di tanah perdikan kademangan Widara kandang wilayah negara Mandura,ia adalah pengembala ternak negara mandura semasa pemerintahan prabu Basudewa.Demang ANTABOPA seorang yang impoten pada masa itu ia di beri putri trimanyang bernama sagopi,oleh prabu Basudewa ki demang di beri tugas mengasuh Raden Kakrasana,narayana dan Rara Ireng dari ancaman Prabu Anom Warakangsa,yang ketika itu ingin menumpas keturunan Basudewa.
Antareja adalah putra raden Werkudara dan Dewi Nagagini dari kahyangan saptapretala,Antareja juga termasuk ksatria muda Amarta yang beecita-cita menegakkan kebenaran dan menumpas angkara murka,namun sebelum perang Baratayuda terjadi. antareja yang punya senjata lidah,kalau menjilat telapak kaki yang punya telapak kaki akan mati.senjata tersebut dicoba oleh kresna,Antareja disuruh menjilat telapaknya sendiri maka antareja pun mati.
Selamat menikmati.... . .
